Dalam Inkubator (box pemanas bayi) Selama 8 Bulan di Jl. Bungur Besar 133 blakang Statiun Senin di bilangan Kemayoran Jakarta Pusat.
Dari Jakarta Pusat dirumah Kakek yang serba ada harus kembali kepangkuan kedua orangtua di Pondok Dayung -Pisangan Baru Jakarta Timur lalu di Bukit Duri Rumah Kakek dari Sang Bunda dan Akhirnya lama di Kota Depok. Pernah di Tanjung Balai Asahan dan Pantai Dalam Malaysia dan merapat ke Balikpapan Kalimantan Timur .
Hidup memang sebuah Perjalanan yang tidak pernah kita tau sebelumnya.
Hidup, Musibah, Rizqi, Jodoh dan Mati, diluar nalar Manusia.
Pada Hakekatnya manusia hanya menjalani kehidupan kenapa pula dalam kehidupan ada nilai-nilai anatara baik dan buruk maka terjadilah catatan antara pahala dan dosa.
Kecintaan Allah sebagai Penguasa dan Pencipta Alam semesta memberi kita dengan Otak sebagai alat pemikir paling utama bekal hidup manusia sebagai mahluk dan Hambanya yang sempurna sebagai ekosistem dalam kehidupan di alam jagad ini.
Dengan sebuah pedoman hidup dan Rel- kehidupan yaitu Agama dengan Kitab Suci yang ditulis oleh tangan-tangan manusia sesuai Historys dan Zaman nya . Kita harus memilih dan meyakinkan hati dan pikiran sesuai dengan pola pemikiran realita yang di cerna oleh otak dan pemikiran kita.
Jangan menjadikan perbedaan dalam meyakinkan Ajaran Agama, pada kuncinya yaitu Hakekat dan Implementasi dari tujuan Ajaran agama.
Toleransi penting untuk menjaga keabadian kerukunan hidup sebab Allah (Sang Pencipta) Memurka siapa saja yang merusak peradaban dan keindahan bumi sebagai pusat kehidupan dunia menuju kehidupan Akhirat Kelak.
Bencana yang ditimbulakan dibumi disebabkan oleh tangan-tangan manusia melalui proses perusakannya.
Akan datang pelepasan Roh dan Pikiran terhadap tubuh yang diciptakan dari Tanah.
Roh dan pemikiraan mempunyai warna dan cahaya sesuai perjalanan kehidupannya di bumi, jika perjalanan hidup penuh dengan tingkah laku dan perbuatannya.
Tingkat pemahaman berdasar pada pengenalan jatidiri dan pembacaan lingkungan sekitar akan pemahaman gerak dan langkah.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !